jam

Kamis, 03 Desember 2015

ARTIKEL HARI GURU

ARTIKEL HARI GURU

Guru adalah pahlawan tanpa jasa, pengabdiannya, rasa tulus mengajarnya, kesabarannya, semua itu menjadikan Guru manusia yang memanusiakan manusia dengan segala ilmu yang mereka miliki untuk di ajarkan. Berbicara Guru, maka bertepatan pada tanggal 25 November kita semua merayakan Hari Guru, setiap tahunnya pada tanggal tersebut kita merayakan atau menghargai jasa-jasa para Guru di Indonesia. Di Indonesia, hari guru diperingati pada tanggal 25 November. Sedangkan di dunia hari guru diperingati setiap tanggal 5 Oktober sejak tahun 1994. Tujuan diperingatinya hari ini adalah untuk memberikan dukungan kepada para guru di seluruh dunia dan meyakinkan mereka bahwa keberlangsungan generasi di masa depan ditentukan oleh guru. Hari guru adalah hari dimana kita memperingati jasa yang selama ini telah diberikan oleh sang pahlawan tanpa tanda jasa. Mereka dengan ikhlas menyampaikan ilmu yang telah mereka peroleh semasa menuntut ilmu. Mereka mengamalkan ilmu mereka kepada para calon penerus bangsa ini. 
Guru merupakan aspek besar dalam penyebaran ilmu. Untuk itu, pada peringatan hari guru ini kita dapat memetik hikmah yang terkandung dibaliknya, yaitu:
1.        Janganlah kita memandang sebelah mata. Karena, pada hakikatnya bahwa ilmu itu wajib untuk diamalkan kepada sesama, mereka menyalurkan tenaga dan pikiran mereka kepada anak didiknya, berharap mereka dapat menjadi penerus yang lebih berpengetahuan luas. Betapa mulianya mereka?
2.      Hormatilah guru kita. Seperti yang di pesan oleh Nabi Muhammad SAW kepada para pengajar ilmu Tidak termasuk golongan kami orang yang tidak menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda serta yang tidak mengerti hak ulama” (HR. Ahmad )
3.    Amalkan ilmu yang telah kita dapat. DR. Umar As Sufyani Hafidzohullah mengatakan, “Jika seorang murid berakhlak buruk kepada gurunya maka akan menimbulkan dampak yang buruk pula,  hilangnya berkah dari ilmu yang di dapat, tidak dapat mengamalkan ilmunya, atau tidak dapat menyebarkan ilmunya. Itu semua contoh dari dampak buruk.”

Berikut ada sebuah syair lagu sang pahlawan tanpa tanda jasa yang berjudul “Hymne Guru” ciptaan Sartono
Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru
Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku
Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku
Sebagai prasasti terima kasihku
Tuk pengabdianmu
Engkau sebagai pelita dalam kegelapan
Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan
Engkau patriot pahlawan bangsa
Tanpa tanda jasa..


MEMPERINGATI HARI IBU MENURUT ISLAM

MEMPERINGATI HARI IBU MENURUT ISLAM

Di Indonesia hari Ibu di peringati setiap tanggal 22 Desember dan di tetapkan sebagai perayaan Nasional. Sebuah peringatan terhadap peran seorang perempuan dalam keluarganya, baik itu sebagai istri untuk suaminya, ibu untuk anak-anaknya, maupun untuk lingkungan sosialnya. Peringatan dan perayaan biasanya dilakukan dengan membebas tugaskan ibu dari tugas domestik yang sehari-hari dianggap merupakan kewajibannya, seperti memasak, merawat anak, dan urusan rumah tangga lainnya.
Namun ada pendapat lain yang mengatakan bahwa perayaan hari ibu tak semestinya harus di rayakan atau di lakukan bagi muslim, sebab larangan memperingati hari ibu bagi muslim sebagai berikut :
1.        Tasyabbuh dengan orang kafir
Peringatan hari ibu bukanlah perayaan umat Islam. Islam tidak pernah mengajarkannya sama sekali. Yang ada, perayaan tersebut diperingati hanya meniru-niru orang kafir. Islam hanya memiliki dua hari besar. Anas bin Malik mengatakan,Orang-orang Jahiliyah dahulu memiliki dua hari (hari Nairuz dan Mihrojan) di setiap tahun yang mereka senang-senang ketika itu. Ketika Nabi Muhammad SAW tiba di Madinah, beliau mengatakan, ‘Dulu kalian memiliki dua hari untuk senang-senang di dalamnya. Sekarang Allah telah menggantikan bagi kalian dua hari yang lebih baik yaitu hari Idul Fithri dan Idul Adha.” (HR. An Nasa’i no. 1557)
2.        Tidak pernah dituntunkan dalam ajaran Islam
Perayaan tersebut adalah perayaan yang mengada-ngada, tidak pernah dituntunkan oleh Rasulullah dan para sahabatnya. Mereka adalah orang-orang terbaik di masa salaf, namun tidak pernah memperingati hari tersebut. Jadi, peringatan tersebut bukan ajaran Islam. Guru kami, Syaikh ‘Abdul ‘Aziz Ath Thorifi hafizhohullah berkata, “Perayaan hari Ibu adalah perayaan dari barat. Mereka orang-orang kafir di sana punya perayaan hari ibu, juga ada peringatan hari anak. Kita selaku umat Islam tidak butuh pada peringatan hari Ibu karena Allah SWT sudah memerintahkan kita untuk berbakti pada ibu kita dengan perintah yang mulia. Begitu pula Nabi Mugammad SAW pernah ditanya, siapakah yang lebih berhak bagi kita untuk berbakti. Nabi Muhammad WAS menjawab, ibumu, ibumu, ibumu lalu bapakmu. … Intinya, kita selaku umat Islam tidaklah butuh pada peringatan hari ibu. Karena kita diperintahkan berbakti pada ibu setiap saat, tidak perlu bakti tersebut ditunjukkan dengan peringatan dan semisal itu. Intinya, peringatan tersebut tidaklah dituntunkan dalam Islam dan seorang muslim sudah sepantasnya tidak memperingatinya.”
3.        Istri Punya Kewajiban Bakti pada Suami
Jika yang diperingati pada peringatan hari ibu adalah membebastugaskankan ibu dari tugas domestik yang sehari-hari dianggap merupakan kewajibannya, seperti memasak, merawat anak, dan urusan rumah tangga lainnya, maka ini pun keliru. Karena berbaktinya istri pada suami dalam mengurus rumah tangga adalah suatu kewajiban. Bagaimana kewajiban ini jika dilalaikan hanya karena ada peringatan hari ibu? Padahal istri yang taat suami adalah wanita yang paling baik. Dari Abu Hurairah RA, ia berkata, Pernah ditanyakan kepada Rasulullah SAW, “Siapakah wanita yang paling baik?” Jawab beliau, “Yaitu yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, mentaati suami jika diperintah, dan tidak menyelisihi suami pada diri dan hartanya sehingga membuat suami benci” (HR. An Nasai no. 3231 dan Ahmad 2: 251)

HARI PAHLAWAN

HARI PAHLAWAN


 
Hari Pahlawan 10 November 1945 merupakan peringatan tahunan untuk memperingati Pertempuran Surabaya, dimana pasukan-pasukan pro kemerdekaan Indonesia bersama para milisi bertempur melawan pasukan Inggris dan Belanda sebagai bagian dari Revolusi Nasional Indonesia. Pertempuran Surabaya yang menjadi latar belakang sejarah Hari Pahlawan 10 November 1945 sendiri mencapai puncak pada bulan tersebut, dimana terjadi pertempuran yang dianggap sebagai pertempuran revolusi paling berat dan kemudian menjadi simbol perlawanan bagi tentara Indonesia. Pertempuran yang dianggap sebagai sebuah aksi heroik ini membantu menggembleng rakyat Indonesia dan sokongan dari pihak internasional untuk Indonesia. Pertempuran Surabaya ini terjadi dari tanggal 27 Oktober hingga 20 November tahun 1945 dengan jumlah tentara 20.000 infanteri dan 100.000 pasukan milisi di sisi Indonesia, sementara pihak Inggris menyerang dengan 30.000 pasukan ditambah dengan tank, pesawat, dan kapal perang.

Hikmah Hari Pahlawan
1.   Senantiasa mengenang perjuangan para pejuang dulu yang telah gigih untuk merebut kemerdekaan dari para penjajah.
2.        Menjadi motivasi bagi kaum muda agar tetap berjuang di jalan yang benar.
3.        Menjadi landasan dalam perpijak bahwa perjuangan butuh pengorbanan.
4.       Menjadi pelajaran bahwa sebuah impian agar meraih kesuksesan yang gemilang, semuanya butuh proses dan proses butuh waktu, tidak instan (ujug-ujug). Sehingga orang yang ingin sukses adalah orang yang mau untuk berproses diri.
5.    Dapat mempertebal keimanan kita, dimana orang yang senantiasa berjuang denga ikhlas dan mengharap ridha Allah SWT akan mendapat balasan pahala yang setimpal dengan jerih payahnya yang ia perjuangan.

Hakikat, esensi dan substansi makna pahlawan di era modern sekarang ini adalah orang-orang yang senantiasa bisa melawan hawa nafsu dari perbuatan mungkar. Perbuatan mungkar dalam arti disini adalah sangat luas yaitu korupsi, mencuri, merampok, mengedarkan dan konsumsi narkoba, berperilaku sewenang-wenang, tidak menghormati orang lain meras hebat sendiri, merasa kaya sendiri,merasa pintar sendiri, berkhianat, tidak amanah, bergaya hedonisme, lebih cinta produk luar negeri dan lain sebagainya.
Dengan kata lain, salah satu makna pahlawan di era modern adalah orang-orang yang senantiasa bisa melawan hawa nafsunya dari perbuatan korupsi, dimana korupsi sangat menyengsarakan masyarakat banyak dan membuat negara bangrut.
Oleh karena itu, pergeseran nilai dan makna pahlawan senantiasa untuk mengikuti perkembangan zaman yang ada agar senantiasa generasi muda sekarang ini lebih ke dalama mengimplementasikan nilai-nilai perjuangan yang ada, sehingga tidak kehilangan jati diri dan pijakan dalam setiap langkah dan geraknya.
Di samping itu, keteladanan para pemimpin kita juga sangat perlu ditonjolkan dan ditularkan ke generasi sekarang. Sehingga para generasi kita punya sosok dan figur yang senantiasa dapat menjadi inspirasi dalam bergerak dan berkarya.

ARTIKEL HARI AYAH

ARTIKEL HARI AYAH

Di indonesia  hari ayah tidak terlalu populer seperti hari ibu yang kita peringati setiap tanggal 22 Desember mungkin bisa saja faktor salah satunya karena hari ayah di indonesia mulai di peringati di indonesia sejak 8 tahun yg lalu atau tepatnya di tahun 2006.
Yang unik dalam hari ayah adalah yang pertama kali memprakarsai hal ini justru bukan dari kaum adam melainkan para ibu - ibu yang tergabung dalam Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi (PPIP) sebuah komunitas lintas agama yang menggelar deklarasi Hari Ayah pada 12 November 2006 di Pendopo Gede Balaikota Solo, Jawa Tengah.
Hari Bapak lahir karena figur ayah sebagai bagian dari keluarga juga memegang peran sangat penting dalam pembentukan karakter keluarga. Bapak dan ibu adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Sementara Hari Ayah di negara lain dirayakan dalam waktu yang berbeda-beda. Peringatan Hari Ayah sendiri pertama kali dilakukan pada abad ke-12. Hari Ayah biasanya dirayakan dengan memberikan kado dan ucapan selamat dari seluruh anggota keluarga kepada Ayah. Selain itu, Hari Ayah juga lazim dirayakan dengan kegiatan bersama keluarga. Seperti di Serbia yang dirayakan setiap 6 Januari. Lalu di Korea Selatan Hari Ayah diperingati setiap 8 Mei. Sementara rakyat Amerika Serikat, Jepang, dan India merayakannya setiap pekan ketiga di Bulan Juni.
Beragam cara dilakukan untuk memperingati Hari Ayah. Salah satunya adalah dengan memberikan kado kepada sang ayah dari anggota keluarga lainnya. Bahkan di negara finlandia hari ayah di peringati dengan hari libur nasional sesuai kebijakan negara tersebut.
Tidak aneh jika beberapa toko dan seluruh bank di Finlandia juga tidak beroperasi dan sebagian besar kantor pos juga demikian. Untuk angkutan umum seperti bis dan kereta tetap beroperasi, meskipun jadwalnya disesuaikan. Finlandia sendiri mulai memperingai Hari Ayah pada tahun 1949 dan menjadikannya sebagai hari libur nasional pada tahun 1979.